Amygdala


dulu dan kini
March 26, 2008, 2:15 am
Filed under: Uncategorized
Dulu, saya berfikir apa yang dilakukan pacar saya (sekarang mantan boo’) adalah hal yang sangatlah menyebalkan. Bagaimana tidak, saya tidak diberi kebebasan melakukan hal-hal yang saya sukai sendirian, semua-muanya harus dia temani. Saat itu, sumpah saya sebal setengah mati. Ketika saya ingin menghabiskan waktu khusus dengan teman ndul-ndul-an saya ehh dia malah minta ikut meskipun akhirnya setelah perang kata-kata dia mengalah dan memilih tidak ikut. Tapi bisa dibayangkan dong, seolah-olah saya ini sesuatu yang harus dijaga ketat supaya tidak lecet. Padahal ratu pun, saya bukan. Hal ini tentu saja membuat saya gerah, bawaannya pengen marah aja.

Sekarang, ketika saya sudah memiliki pacar (paling update nih). Kejadiannya berbanding terbalik. Lelaki yang ini, lebih memilih menghabiskan waktunya dengan olah raga ketimbang bersama saya. Sebut saja Badminton atau Futsal atau Volly atau you named it, i’ll say he is. Merasa diberi kelonggaran yang amat sangat, serta ruang gerak tanpa batas, ternyata tidak membuat saya pun lantas serta merta melonjak-lonjak kegirangan karena kebebasan yang begitu rupa. Ternyata (seolah-olah) diabaikan pun, rasanya sangat tidak enak dan bawaannya (masih) pengen marah aja.

Dari dua pengalaman itu, akhirnya saya malah sampai pada satu kesimpulan. Perempuan, memang sangat sulit ditebak. Dan hal itulah yang membuat perempuan menjadi makhluk yang demikian unik. That’s what women are for kan? hehehehe.. Sulit ditebak, bikin penasaran.

Dan dari dua pengalaman tersebut, saya pun menyimpulkan sesuatu, bahwa kedua-dua situasi berpotensi menyebabkan perselingkuhan. Terlalu terikat, tidak menjamin suatu hubungan itu nyaman untuk dijalani, sehingga seseorang akhirnya lebih memilih melihat-lihat yang lain yang tidak terlalu mengekang kebebasan bergerak. Namun, terlalu longgar pun, bukan jaminan suatu hubungan dapat berjalan lancar, pasti ada juga kecendrungan untuk melihat-lihat yang lain yang mungkin saja bisa lebih perhatian; dan memang peluang untuk melihat-lihat itu, ada kaliiii pun.

Wooopss.. saya menuliskan ini, bukan berarti saya memiliki kecendrungan untuk selingkuh loh.. Saya jadi inget suatu ketika; Danzo, teman terdekat saya mengatakan “elo, selingkuh? yang benar saja! bukan lo banget tau’.. lo itu tipe setia yanceuh!” wuuuiiii.. masa’ seeehhh?? :D
Sebenernya, kalau mau jawaban netral, semua ini tergantung dari masing-masing pribadi orang itu sendiri. Ada yang memang senangnya diberi perhatian berlebih, dan ada pula yang senangnya diberi kebebasan berlebih. Mungkin lebih tepat, jika kita bisa main yang bagoooos, plak!! Jangan terlalu mengekang tetapi jangan pula terlalu dibebaskan merdeka.

Alhasil saya (kini), cukup mencoba lebih memahami saja. Masih untung, pacar saya menghabiskan waktunya dengan olah raga dan bukan dengan hal-hal negatif yang tidak berguna. Saya tidak pernah menuntut si pacar harus selalu ada untuk saya, hanya saja masing-masing harus tau aturan mainnya.

Tetapi kalau dalam 1 minggu itu ada 7 hari, dan tiap hari waktu senggangnya diisi dengan olah raga, trus belum lagi jadwal kerja saya dan dia yang berbeda (saya dengan jam kerja normal 8 to 5 sedangkan dia dengan jam kerja shift-shift-an) lah terus kapan bisa bercengkrama dengan saya yaaa? Ck.. ck.. ck.. parahhhhh.. *saya yang parah atau dia yang parah, kalau sudah begini?* Looks like we have no connection at all..
Du.. Du.. Du.. entahlah, seberapa lama ini akan bertahan..
We’ll see!
*Backsound: Nothing Better by The Postal Service*

6 Comments so far
Leave a comment

Memahami orang lain memang susah-susah gampang, dari pengalaman di atas menggambarkan bahwa manusia (tidak laki2 maupun perempuan saja) memiliki sifat atau tabiat yang unique…mungkin sebaiknya, ketika kita sulit memahami orang lain (pasangan) cukup untuk mengerti saja….artinya hidup memang sak dermo nglampahi urip, biarkan mengalir secara alamiah…salam

Comment by Eddy Prasetyo

kalo olahraganya ganda campuran gimana, cinlok donk n’tar :)

wanita ingin dimengerti, tp pria jg tidak kalah ingin dimengerti lho :)

Comment by Tigis

eddy:
seepp dah! hehehe

tigis:
ahh tigis ahhh.. jangan manas-manasin dong huehehehehe..

Comment by Ryane

He..he..he..
Jadi inget pengalaman pribadi
Walau kebanyakan wanita gak suka dipoligami. Ternyata tanpa sadar mereka dipoligami oleh hobi pasangannya.

Maafkan daku say …

Comment by Setan Merah

setan merah:
yang poligami “istri” aja lebih bisa bagi waktu ya mas.. :)

Comment by Ryane

He..he..he…wanita memang susyah banget dipahami, bukannya begitu?

Comment by Ani




Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>